Prinsip dan Kriteria (P&C) RSPO yang telah direvisi dan Standar Petani Kecil Independen (ISH) disahkan pada Sidang Umum RSPO pada November 2024. Selanjutnya, Sistem Sertifikasi RSPO yang baru untuk P&C RSPO dan Standar Petani Kecil Independen disahkan pada Sidang Umum RSPO pada November 2025. Selain itu, Interpretasi Nasional Indonesia atas Standar ISH 2024 disahkan pada 14 November 2025, diikuti oleh pengesahan Interpretasi Nasional Indonesia atas P&C 2024 pada 17 Maret 2026.
Namun, Resolusi GA22-2d, yang diadopsi pada 5 November 2025, menyerukan perpanjangan tanggal efektif wajib Standar RSPO P&C 2024 selama enam bulan, hingga 31 Mei 2026. Tinjauan kemajuan dijadwalkan pada bulan kelima, dengan kemungkinan perpanjangan enam bulan lagi jika penundaan signifikan terus berlanjut.
Untuk menanggapi resolusi ini, Sekretariat RSPO telah menjadwalkan serangkaian acara di berbagai negara untuk memberikan informasi terbaru kepada Anggota dan pemangku kepentingan RSPO tentang Standar yang direvisi, Sistem Sertifikasi yang baru, dan Interpretasi Nasional yang diperbarui.
Sesi Harmonisasi (April–Mei 2026) bertujuan untuk:
- Meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesiapan anggota RSPO dan pemangku kepentingan untuk menerapkan dan mematuhi Standar yang telah direvisi.
- Menyoroti perubahan utama dan persyaratan baru dalam Sistem Sertifikasi 2025 yang secara langsung berdampak pada proses sertifikasi, pelaksanaan audit, dan pengawasan.
- Menyediakan platform interaktif untuk diskusi tentang harapan terkait standar.
Sekretariat RSPO mengundang anggota petani, anggota ISH, LSM sosial dan lingkungan, badan akreditasi (AB), badan sertifikasi (CB), penyedia pelatihan terakreditasi (ETP), dan asosiasi industri di Indonesia untuk berpartisipasi dalam Sesi Harmonisasi sebagaimana diuraikan di bawah ini.
| Events | Topik | Negara, Tempat | Tanggal | Tautan Pendaftaran |
| Sesi Harmonisasi |
Interpretasi Nasional Indonesia RSPO P&C 2024 Standar Interpretasi Nasional Indonesia ISH Dokumen Sistem Sertifikasi 2025 Diperbarui pada Panduan Informatif |
Jakarta, Indonesia Hotel Mercure, Gatot Subroto Jakarta Sesi akan disampaikan sepenuhnya dalam Bahasa Indonesia |
04-05 Dapat 2026 | https://forms.gle/LsH3BukvEQQvRxVY9 |
Sekretariat RSPO akan menanggung biaya tempat acara. Para peserta dimohon untuk mengatur sendiri logistik kehadiran mereka.
Karena tempat terbatas, pendaftaran akan dilakukan berdasarkan prinsip siapa cepat dia dapat.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi: [email dilindungi]
pengumuman
Sesi Harmonisasi RSPO – Indonesia
20 April 2026
Prinsip dan Kriteria (P&C) RSPO yang telah direvisi dan Standar Pekebun Swadaya (ISH) disahkan pada Sidang Umum RSPO (Majelis Umum RSPO) pada bulan November 2024. Selanjutnya, Sistem Sertifikasi RSPO yang baru untuk P&C RSPO dan Pekebun Swadaya telah pula disetujui di Sidang Umum RSPO pada bulan November 2025.
Selain itu, Interpretasi Nasional Indonesia untuk Standar Pekebun Swadaya 2024 disahkan pada 14 November 2025, yang kemudian diikuti oleh pengesahan Interpretasi Nasional Indonesia untuk P&C 2024 pada 17 Maret 2026.
Namun, Resolusi GA22-2d yang diadopsi pada tanggal 5 November 2025 perpanjangan tanggal efektif wajib penerapan Standar RSPO P&C 2024 selama enam bulan, hingga 31 Mei 2026. Peninjauan kemajuan terjadi pada bulan kelima, dengan kemungkinan perpanjangan tambahan selama enam bulan jika penundaan yang signifikan masih berlanjut.
Untuk melengkapi resolusi tersebut, Sekretariat RSPO telah berkonsultasi berbagai kegiatan di beberapa negara untuk memberikan pembaruan kepada Anggota RSPO dan para pemangku kepentingan terkait Standar yang direvisi, Sistem Sertifikasi yang baru, serta Interpretasi Nasional yang telah diperbarui. Tujuan pelaksanaan Sesi Harmonisasi (April–Mei 2026) adalah untuk:
- Meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan komitmen Anggota RSPO serta pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan dan mematuhi Standar yang telah direvisi.
- Menyoroti perubahan utama dan persyaratan baru dari Sistem Sertifikasi 2025 yang berdampak langsung pada proses sertifikasi, pelaksanaan audit, dan pengawasan.
- Menyediakan platform interaktif untuk diskusi terkait ekspektasi yang berhubungan dengan standar.
Sekretariat RSPO mengundang anggota Perusahaan Perkebunan (Grower), Pekebun Swadaya, LSM Sosial dan LSM Lingkungan, badan akreditasi (AB), lembaga sertifikasi (CB), penyedia pelatihan yang disetujui (ETP), serta asosiasi industri di Indonesia untuk mengikuti Sesi Harmonisasi sebagaimana dirinci di bawah ini.
| Acara | Tema | Negara, Tempat | Tanggal | Tautan Registrasi |
| Sesi Harmonisasi |
Interpretasi Nasional Indonesia Prinsip dan Kriteria RSPO 2024 Interpretasi Nasional Indonesia Standar Pekebun Swadaya 2024 Dokumen Sistem Sertifikasi 2025 Pembaruan Panduan Informatif |
Jakarta, Indonesia Hotel Mercure, Gatot Subroto Jakarta Catatan: Sesi akan disampaikan sepenuhnya dalam Bahasa Indonesia. |
04-05 Mei 2026 | https://forms.gle/LsH3BukvEQQvRxVY9 |
Sekretariat RSPO akan menanggung biaya tempat pertemuan. Namun, peserta yang mendaftar diminta untuk mengatur kebutuhan logistik mereka sendiri untuk berpartisipasi.
Karena kapasitas tempat terbatas, pendaftaran akan mengikuti prinsip pertama datang pertama dilayani.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi: [email dilindungi]
Teruslah membaca
Undangan Pengajuan Minat: Gugus Tugas Interpretasi Nasional Kosta Rika untuk Prinsip dan Kriteria RSPO 2024 (RSPO P&C) dan Standar Petani Kecil Independen (RSPO ISH)

Konsultasi Publik: Revisi Prosedur Penanaman Baru (NPP)

Langkah Transisi untuk Indikator 1.3.1 dari Prinsip dan Kriteria RSPO 2024

Saat Ruangan Menjadi Sunyi: Refleksi Saya tentang Konferensi Meja Bundar RSPO tentang Minyak Sawit Berkelanjutan (RT2025)

Satu Tahun Kemudian: Kemitraan RSPO, AAK, Solidaridad, dan ANIAME Memajukan Produksi Minyak Sawit Berkelanjutan dan Inklusi Petani Kecil di Meksiko

Bayangkan Ini: Kompetisi Foto Petani Kecil RSPO Mengajak Petani untuk Mengabadikan Kisah Keberlanjutan Mereka

Daftar Periksa Auditor Umum RSPO untuk Sertifikasi P&C 2024

Sistem Kelapa Sawit dan Agroforestri: Peluang untuk Inovasi dan Nilai Bersama di Sektor Minyak Kelapa Sawit Regeneratif di Amerika Latin
